Pengalaman Menggantikan Guru Penjas - Catatan Guru Kelas

artikelguru - Argur ( artikel guru )  mau tanya sama sobat guru ni, pernah ga dapet tugas rangkap di sekolahan, khususnya yang ngajar di SD, Masalahnya argur pernah dapet tugas yang beragam, permasalahanya saking minimnya personil guru waktu itu. 


Tapi pengalaman yang sudah pernah argur alami lumayan berkesan ni, jadi bisa cerita ma sobat guru lainya.

Berawal dari penempatan CPNS saat argur dapet SK tugas pertama kali, argur di tempatkan didaerah yang lumayan terpencil waktu itu.

Jiwa muda dengan umur kepala 2 dan masih fresh hal ini tidak menjadi beban buat argur, tambah lagi waktu itu belum punya istri dan momongan, berangkat tugas serasa liburan..

Karena dianggap termuda di sekolah itu, dan dengan jumlah personel guru yang terbatas..

Seakan semua tugas di limpahkan ke yang muda, tugas wajib rangkap argur yaitu selain menjadi guru kelas, argur di beri tanggung jawab ikut mengajar mapel penjas 6 kelas, Memang saat kuliah dulu, mapel ini sempat diajarkan, tujuanya ya ini...argur alami, antisipasi dikala di sekolah tersebut tidak ada guru penjas, maka guru kelas harus siap menggantikan tugas tersebut...

Jadwalpun dibuat, waktu diatur dengan sistem gantian mengajar, saat argur keluar kelas ngajar penjas, guru yang dikelas itu masuk menggantikan tugas argur dikelas yang argur pegang...

Tugas ini berlangsung setiap hari, ada satu momen yang sangat membuat argur sangat puas waktu itu, setelah beberapa bulan mengajar, musim POPDA datang, bingung juga, dengan dasar pengetahuan olahraga yang minim karena faknya dikelas disuruh menyiapkan dan membimbing anak untuk ikut dalam event bergengsi cabang olahraga di SD.

Tapi argur hanya bidik beberapa cabang saja, dan intens lakukan latihan khusus di dua cabang yang argur mampu, argurpun pilih cabang catur dan tenis meja putri..

Ok, strategi ini argur buat tentunya dengan alasan sob, alasan pertama, cabang tenis meja khusus putri berdasar data yang argur dapatkan sedikit pesertanya, maka argur ingin meraih piala disini, kedua catur, cabang ini butuh strategi bukan otot, jika ambil anak yang top cer otaknya dan dibimbing intens maka akan jago.

Alhasil saat lomba dilaksanakan terbukti kedua cabang tersebut berhasil menyabet piala, dan satu cabang berhasil melaju ke tingkat kabupaten yaitu tenis meja putri.

Wah pengalaman membangggakan ternyata walau hanya guru pengganti, bisa mengantarkan anak ke berprestasi...

Sekarang argur sudah tidak disekolah tersebut..

Kenangan itu kurang lebih 11 tahun yang lalau, kini argur tulis hanya untuk dokumntasi kalau argur pernah jadi guru penjas.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel