Mendeklamasikan Puisi

 

Apakah kamu sudah pernah membuat puisi? Apa judul puisi yang kamu buat dan menceritakan tentang apa?

Puisi merpakan karya sastra yang dibuat dengan bahasa yang indah. Puisi dapat bertemakan cita-cita, curahan hati, atau bahkan kehidupan sehari-hari. Pernahkah kamu mendeklamasikan puisi yang kamu buat?

Deklamasi merupakan salah satu cara membacakan puisi tanpa menggunakan teks puisi. Biasanya, orang yang mendeklamasikan puisi harus menghafalnya terlebih dahulu.

Membaca puisi memerlukan pelafalan yang jelas dan intonasi yang tepat. Selain itu, pemenggalan kalimat juga harus diperhatikan. Dengan demikian, puisi tersebut akan enak didengar dan mudah dipahami isinya.

Contoh menentukan jeda:

Kau // adalah / para penyelamat negeri //

Catatan:

1.       / berhenti sebentar untuk bernapas, biasanya pada koma atau di tengah baris.

2.  // berhenti agak lama/biasanya koma di akhir baris yang masih berhubungan dengan baris berikutnya.

3.       /// berhenti lama sekali biasanya pada titik baris terakhir atau pada akhir puisi.

 

Ayo Mencoba!

        Bacalah kembali puisi “Penjaga Alamku”.

        Berikan tanda jeda pada bagian-bagian yang diperlukan.

        Latihkan kembali cara membacanya dengan menggunakan tanda jeda yang kamu buat.

        Jika kurang tepat kamu dapat memindahkan tanda jeda tersebut.

        Hafalkan dan deklamasikan puisi tersebut. Kali ini, minta teman sebangkumu untuk memerhatikan tanda jedanya pada saat kamu mendeklamasikannya.

        Lalu, deklamasikan puisi tersebut di depan kelas dengan percaya diri.


Penjaga Alamku

Karya: D. Karitas

Kau / tidak pernah lelah //

Kau / tidak pernah putus asa//

Kau / tidak pernah menyerah

Mencintai alam di mana kau dibesarkan //

Angin dan badai / adalah sahabatmu //

Hujan dan panas / adalah penolongmu //

Air sungai / adalah kehidupanmu //

Alammu adalah ibumu//

Maka engkau menjaganya //

Maka engkau memeliharanya //

Maka engkau merawatnya //

Karena alam adalah ibumu ///

 

 

Mendeklamasikan puisi memerlukan persiapan yang baik. Selain menghafalkan baris demi baris, kamu juga harus memahami makna puisi tersebut. Setiap orang bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap makna puisi. Salah satu cara untuk membedakan makna puisi adalah dengan memberikan penekanan pada saat mendeklamasikannya.

Pemberian tekanan pada baris puisi biasanya menggunakan tanda V. Perhatikanlah penggunaan tanda tersebut di bawah ini.

1.       V menyimbolkan tekanan kata pendek sekali.

2.       VV menyimbolkan tekanan kata agak pendek.

3.       VVV menyimbolkan tekan kata agak panjang.

Lihatlah kembali puisi tentang “Penjaga Alamku” pada pembelajaran pertama. Berilah tanda V untuk memberikan tekanan-tekanan pada baris-baris kalimatnya. Kemudian, latih kembali cara mendeklamasikannya dengan mengikuti tanda jeda yang telah dibuat sebelumnya dan tanda untuk memberikan penekanan. Deklamasikan puisi tersebut di hadapan teman sebangkumu. Mintalah pendapatnya, kemudian lakukan perbaikan berdasarkan pendapatnya.

 

Penjaga Alamku

Karya: D. Karitas


Kau tidak pernah lelah (V)

Kau tidak pernah putus asa (V)

Kau tidak pernah menyerah(VV)

Mencintai alam di mana kau dibesarkan (VVV)


Angin dan badai adalah sahabatmu (VV)

Hujan dan panas adalah penolongmu (VVV)

Air sungai adalah kehidupanmu (VV)

Alammu adalah ibumu (VV)


Maka engkau menjaganya (V)

Maka engkau memeliharanya (V)

Maka engkau merawatnya (VV)

Karena alam adalah ibumu (V)

 

 

 

Kamu telah mengetahui bagaimana menggunakan tekanan dan jeda yang tepat pada saat mendeklamasikan puisi. Selain pelafalan, intonasi dan tekanan yang tepat, kamu juga harus dapat menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan isi puisi. Oleh karenanya, penting bagimu untuk mengetahui makna atau isi puisi.

Pada saat mendeklamasikan sebuah puisi, pahamilah isi dan pesan yang ingin disampaikan. Apabila puisimu tentang harapan dan doa, ekspresi wajahmu harus mendukungnya, yaitu berekspresi yang sama saat kamu berdoa. Jika puisimu berkisah tentang harapan, ekspresimu harus menunjukkan mata berbinar dengan pandangan jauh menerawang. Jika puisimu berisi tentang pengalaman sedih, ekspresimu harus menunjukkan kesedihan yang mendalam seperti saat kamu kehilangan orang terkasih.

Kamu dapat melatih perubahan ekspresi wajah dengan menggunakan kaca atau dengan bantuan temanmu. Setelah kamu menghafalkan puisi, kamu dapat menjiwai puisi dengan menempatkan dirimu sebagai bagian dari isi puisi tersebut.

Semoga bermanfaat ya..